Trend Cinta Budaya Urban

Selasa, 14 Feb 2012 19:30 • 0 komentar

Bagi seorang jomblo, akhir pekan adalah neraka dunia. Mereka terpaksa sendirian saja di rumah, menyibukkan diri dengan film dan berbagai kesibukan download. Kalau berani memaksakan diri keluar rumah, mereka harus menahan derita menonton pasangan yang asyik bermanjaan di sana-sini. Bagi mereka yang super aktif di media sosial, menjadi jomblo juga bagai menjalani sebuah kutukan. Karena mereka terpaksa harus menahan frekuensi twit-nya di hari Sabtu-Minggu agar terhindar dari ledekan dan label jomblo. Melakukan PDKT online pun biasanya akan dimeriahkan dengan gosip-gosip yang kadang membantu perjodohan, dan kadang malah merusak ritme pendekatan.

Jadi perubahan jaman dan peningkatan teknologi memang menyebabkan pergeseran budaya di sana-sini, salah satunya adalah pemahaman budaya manusia tentang cinta. Cintanya sendiri tidak pernah berubah selalu sama di setiap jaman, namun yang berevolusi adalah bagaimana manusia berinteraksi dan menyikapinya. Contohnya kemudahan akses internet memberi angin segar untuk tren Long Distance Relationship dan juga menambah channel godaan untuk perselingkuhan. Selain itu menjamurnya media sosial beberapa tahun terakhir ini memberi banyak fenomena bercinta: mulai dari sekadar tren galau, nyepik dan gombal, PDKT online, sampai pada kebiasaan stalking gebetan dan mantan.

Tidak bisa dipungkiri semua hal tersebut merupakan bagian dari budaya bercinta yang menarik didiskusikan. Lantas bagaimana cara kita menyikapinya? Bagaimana kita menyikapi pergeseran budaya tersebut dengan bijak agar tidak terbawa trend sesaat? Mari duduk manis dan pantengin diskusinya bersama pemerhati budaya pop, @mumualoha, aktivis media sosial yang juga selebtweet @rahneputri, dan @hitmansystem yang memang dikenal sebagai pakar relationship di Indonesia. 

Peta


View Larger Map

Komentar

Belum ada komentar.

Lakukan atau mendaftar terlebih dahulu untuk memberikan komentar.