Mudik dengan Aman dan Nyaman

Senin, 25 Jul '11 22:54 • 0 komentarNotula

Isu mudik ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Kegiatan mudik dilakukan dengan menggunakan berbagai moda transportasi. Salah satu yang menjadi andalah adalah transportasi darat seperti yang paling umum terjadi di Jawa.

"Di pulau Jawa terdapat 14 titik kemacetan. Data itu yang kami pantau terus," kata Gata Chaeruddin, Kadit Infokom Polri, dalam Obrolan Langsat di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23 Juli) lalu. 

Kepolisian, tepatnya divisi National Traffic Management Control (NTMC), sudah melakukan berbagai kesiapan menjelang aktivitas mudik. Di Pulau Jawa, mereka telah mengaktifkan sejumlah kamera CCTV yang jumlahnya mencapai 14 buah.

NTMC, yang selama ini bekerja sama dengan stasiun televisi dan radio, menjalankan fungsi media info dan komuni8kasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya untuk masyarakat.

"Tetapi melalui TMC pula, masyarakat bisa memperoleh data CCTV, info angkutan, kecelakaan, jalan, pengaduan, bantuan jasa dan info pencurian kendaraan," tambah Gata.

Keseriusan Polri memberi info tentang jalan raya juga disertai melalui Twitter yang beroperasi selama 24 jam dengan dukungan 10 personil. Selain itu, Polri juga makin rajin melakukan operasi Patuh yang dimaksudkan agar pengendara bisa tertib di jalan raya.

"Operasi dibuat berdasarkan data dan pantauan berkala. Tidak ada yang sifatnya mendadak," ungkap Briptu Eka Frestya yang malam itu menjadi "bintang".

Dalam kesempatan Obsat pertama di Jawa Tengah ini juga hadir sejumlah blogger otomotif yang datang ke Semarang dengan mengendarai sepeda motor, sekaligus untuk menguji jalur mudik dan kesiapan akses komunikasi.

"Kami melewati 11 kota sambil menguji jaringan komunikasi dan kelaikan jalan. Mayoritas semua kota sudah ter-cover oleh jaringan komunikasi. Tetapi kami tidak bisa mengujinya di daerah Alas Roban karena ketika itu hujan deras," ujar Edo Rusyanto yang menjadi juru bicara.

Meski begitu, Edo dan kawan-kawan mengimbau para pemudik untuk tidak menggunakan sepeda motor, terlebih bila membawa anak-anak. "Saya kira lebih aman dan nyaman menggunakan kendaraan umum. Sepeda motor pada umumnya tidak ditujukan untuk kegiatan jarak jauh," imbuh Edo.

Edo juga mengingatkan para pemudik agar mau "membantu" tugas Polisi yang dinilainya dilematis antara menindak para pemudik bersepeda motor atau justru melakukan pembiaran.

"Kami akan tetap berusaha melakukan segala upaya penindakan agar pemudik bisa mencapai daerah tujuan dengan selamat," pungkas Gata.

Komentar

Belum ada komentar.

or create account to post comments