Budaya dalam Cinta

Senin, 9 Jan '12 11:09 • 0 komentarKabar

Sedikit demi sedikit, budaya asli Indonesia mulai terlupakan. Arus informasi yang kuat dari luar negeri membuat orang Indonesia terlena dan menjadi lebih akrab dengan budaya kreatif asing. 

Namun, di tengah situasi tersebut, masih ada beberapa pihak yang fokus pada pelestarian budaya lokal. Wayang Groove adalah salah satunya. Kelompok anak muda pinggiran kota Solo ini mengusung cita-cita pagelaran wayang yang groovy.

Groovy yang dimaksud adalah sebuah pagelaran wayang dengan konsep pertunjukan modern yang terdiri dari tata panggung, musik dan durasi yang lebih akrab dengan banyak kalangan.

Uniknya, meski berasal dari Solo, Wayang Groove tidak melulu mengusung genre musik Jawa. Salah satu personil yang memegang instrumen perkusi, Plenthe, justru mengeksplorasi alunan kendang Sunda.

Para personil Wayang Groovy akan unjuk kebolehan dan berbagi pengalaman di Obrolan Langsat. Akan hadir pula gitaris dan penata musik dari kelompok musik rock, Seurieus, Dinar Hidayat.

Obrolan akan dipandu oleh dua moderator; Swastika Nohara dan Anto Motulz, serta menghadirkan pengamat budaya lokal Hafiz Priyotomo dari Kratonpedia.

Seperti biasa, obrolan pertama di tahun 2012 ini akan digelar pada 11 Januari 2012 pukul 19.30 WIB di Rumah Langsat, Jl. Langsat 1 No.3A, Kebayoran Baru. 

Komentar

Belum ada komentar.

or create account to post comments