Art Performance Warnai Obsat Pertama di 2012

Senin, 16 Jan '12 14:31 • 0 komentarNotula

Obrolan Langsat (obsat) edisi perdana di 2012 terasa istimewa. Obsat edisi ke-86 ini (Kamis, 11/1) menghadirkan kelompok musik perkusi Wayang Groove dan duo grup musik Seurieus; gitaris Dinar Hidayat dan vokalis Boim, serta gitaris Faisal.

Dalam balutan tema "Budaya dalam Cinta", Obsat disesaki oleh para sobat. Permainan rancak Wayang Groove dan duo Seurieus pun mampu menghipnotis sobat-sobat yang hadir. Kedua penampil itu dihadirkan oleh pengelola situs budaya Kratonpedia untuk berbagi pengalaman berkegiatan dalam musik tradisi.

"Musik itu universal. Kolaborasi kami di Obsat ini tidak didahului oleh latihan apapun. Semua serba spontan dan nyatanya memang bisa," ungkap juru bicara Wayang Groove, Bangkit.

Dalam kolaborasi musik modern dan etnik itu juga dilengkapi dengan seni olah tubuh yang dilakukan oleh mas Luluk. Kemudian mas Bangkit juga mengajak para sobat berdialog dengan musik perkusinya.

Wayang Groove sendiri adalah grup musik etnik yang mengusung konsep modern untuk mengiringi pergelaran wayang tanpa mengubah kontennya. Uniknya, Wayang Groove diawaki oleh para pemain perkusi jalanan.

Dengan kesadaran tinggi, Wayang Groove mengeksplorasi segala jenis alat perkusi dan instrumen tradisional untuk dijadikan komposisi berbau dan bernada Indonesia.

"Ada baiknya mencintai budaya sendiri lebih dulu sebelum budaya asing," tutur Plenthe sebagai penabuh kendang.

Di sisi lain, Kratonpedia menyambut gembira banyaknya sobat Obsat yang hadir. Kratonpedia sendiri lahir dengan tujuan melestarikan perbedaan yang ada dalam kekayaan dan keragaman budaya Indonesia. 

"Budaya Indonesia sangat beragam. Misalnya dari sisi keraton, ada lebih dari 260 di Indonesia. Kami mengajak teman-teman ikut berbagi tentang pengetahuan budaya di web Kratonpedia. Ini penting untuk masyarakat Indonesia secara luas," tegas Widi Asmara, salah satu penggiat Kratonpedia.

Dalam Obsat pekan lalu tersebut juga dihadirkan minuman dan makanan tradisional dalam bentuk penjual jamu gendong khas Jawa, es selayang pandang khas Betawi, Nasi Jenggo khas Bali serta penganan tradisional seperti combro dan misro.

Terkait:

Komentar

Belum ada komentar.

or create account to post comments