Film "Republik Twitter" (RT) yang akan tayang di bioskop Indonesia pada 16 Februari 20122 mendatang ternyata tidak hanya bercerita tentang kanal media sosial dengan 140 karakter itu.
"Republik Twitter bercerita tentang perilaku seseorang yang gandrung pada Twitter dan perubahan pola komunikasinya. Kami terinspirasi dari sebuah berita tentang Twitter di CNN," ungkap Kuntz Agus, sutradara RT, dalam Obrolan Langsat bersama moderator Anto Motulz pada hari Kamis (9/2).
Tim RT datang ke Obrolan Langsat minus pemeran wanita utama, Laura Basuki (tokoh Hanum). Hadir bersama sang sutradara adalah Abimana Arya (pemeran tokoh utama pria - Sukmo), Jennifer Arnelita (pemerah tokoh Rika) dan produser Ajish Dibyo.
RT adalah cerita tentang Sukmo yang jatuh cinta pada Hanum setelah bercengkrama di Twitter. Bagi Sukmo, Twitter adalah dirinya apa adanya. Tetapi bagi Hanum adalah untuk pelarian alias alter ego. "Nama Republik Twitter sendiri merupakan judul artikel yang ditulis oleh Hanum. Artikel itu membahas aktivitas kampanye terselubung di media sosial," jelas Agus.
Film RT menampilkan beberapa adegan aktivitas ber-Twitter, termasuk beberapa istilah atau tagar di Twitter. Seluruh akun yang ada di film tersebut pun nyata. Tetapi linimasa dibuat secara semu (pseudo). "Sampai saat ini, akun Sukmo di film (@lorosukmo) masih aktif. Saya sempat menggunakannya, tetapi sekarang sudah tidak lagi," ujar Abi.
Namun tidak sepanjang film muncul adegan berlayar Twitter. Menurut Ajish, mereka tidak ingin penonton menyaksikan film yang hanya melulu berisi teks.
"Itu salah satu kesulitan kami bagaimana membentuk visual film bermuatan teks Twitter. Ini film, bukan linimasa. Mereka yang aktif atau punya akun Twitter akan akrab dengan film ini. Namun mereka yang awam pun akan tetap bisa menikmati filmnya," tegasnya.
Film RT digarap secara serius. Sebelum memulai syuting, Ajish sudah mengirim email ke pihak Twitter.com untuk meminta izin. Namun, balasan email dari Twitter.com baru diterima Ajish ketika syuting sudah selesai.
"Untungnya, Twitter.com tidak keberatan. Mereka memberi izin selama film ini tidak dianggap sebagai produksi Twitter.com dan tidak digunakan untuk hal buruk atau menjelekkan brand mereka," kata Ajish.
Secara keseluruhan, film RT berlatar cerita pengalaman pribadi mereka yang terlibat. Bagaimana mereka menggunakan Twitter, itu pula yang muncul di film.
Jennifer mengatakan dirinya menggunakan Twitter untuk fun. Sedangkan Abimana memiliki akun alter ego di dunia nyata yang dipakai untuk mengkritisi sesuatu hal. Namun benang merah yang coba ditunjukkan Agus adalah bagaimana orang bisa berbeda di dunia nyata dan maya.
"Tokoh Hanum di dunia maya tampak cerdas dan tangguh. Namun di dunia nyata justru rapuh. Kita dihadapkan pada cermin. Ini yang berusaha diungkapkan film RT," pungkas Agus.


Komentar